logo
ss

NEW TRAINING

Home /
,
Analisis Kredit untuk Perusahaan Pembiayaan dengan Best Practice Prinsip 5C
Dalam konteks bisnis perusahaan pembiayaan sekarang ini yang sangat kompetitif membutuhkan skill CA yang harus terus ditingkatkan sesuai kebutuhan perusahaan. Banyaknya pilihan calon debitur terhadap perusahaar pembiayaan yang memberikan proses pembiayaan yang cepat suku bunga bersaing tentunya menjadi tantangan bagi CA karena CA adalah bagian dari proses pembiayaan di perusahaan pembiayaan yang krusial peranannya. Selain CA harus menganalisa kelayakan proposal pembiayaan, CA juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan potensi kredit bermasalah fraud kredit, dan money laundering dapat dimitigasi diawal.
,
Analisis dan Implementasi Cloud Computing di Industri Jasa Keuangan Sesuai Regulasi OJK
Pada era transformasi digital, industri jasa keuangan didorong untuk mengadopsi berbagai inovasi teknologi guna memenuhi ekspektasi masyarakat atas layanan keuangan yang semakin cepat. Salah satu inovasi teknologi yang ada yaitu cloud computing. Cloud computing merupakan sebuah inovasi dalam komputasi yang memungkinkan penggunaan jaringan online prosesor hosting untuk meningkatkan skala dan fleksibilitas dari kapasitas komputasi.
,
Efektivitas Loan Origination System terhadap Pertumbuhan Kredit di Era Digital
Meningkatnya pertumbuhan kredit mendorong perbankan dan lembaga keuangan lainnya untuk meningkatkan mutu layanan. Kemajuan teknologi yang kian pesat pun turut menuntut mereka untuk melakukan sejumlah perubahan, termasuk menggunakan Loan Origination System atau LOS dalam kegiatan operasionalnya. Kehadiran LOS dianggap mampu mengikuti tingginya permintaan kredit dari nasabah tanpa menguras biaya maupun performa karyawan.
,
Effective Time Management and Delegation
Dalam meningkatkan produktivitas kerja, Pemimpin perlu memiliki kemampuan untuk mengelola pekerjaan yang ada di area-nya sendiri dan melakukan pendelegasian dengan optimal. Kemampuan Manajemen Waktu sangat penting bagi seorang pemimpin karena akan berpengaruh pada peningkatan produktivitas diri. Dalam manajemen waktu, maka juga akan mengenal Manajemen Prioritas, hal ini bertujuan agar input yang kita masukan di dalam aktivitas kita sehari-hari adalah benar-benar prioritas bagi pekerjaan kita ataupun diri kita. Selain itu, kemampuan memilah pekerjaan yang perlu didelegasikan kepada bawahan adalah salah satu kunci penting dalam prinsip Manajemen Prioritas
,
Analisa Penyaluran Kredit di Sektor Pertanahan (Sesuai POJK Nomor 27 Tahun 2022)
Industri perbankan kini bisa menyalurkan kredi tanah. Hal ini sebagaimana tertuang dalam POJK Nomor 22 Tahun 2022. Sebelumnya OJK membatasi pemberian kredit atau Pembiayaan pengadan Tanah dan/atau Pengolahan tanah (POJK) Tanah bagi bank umum konvensional.

Mulai 1 Januari 2023, OJK tidak lagi melarang bank menyalurkan kredit atas pengadaan dan atau pengolahan tanah kepada pengembang. Namun, POJK baru ini menekankan bank bahwa dalam menyalurkan kredit dapat mengklasifikasikannya ke dalam kategori Kredit Pengadaan Tanah, Pengolahan Tanah, dan Konstruksi dalam perhitungan ATMR Risiko Kredit.
,
Dampak UU Cipta Kerja Terhadap Industri Perbankan: Implementasi Corporate Law Pasca Yudicial Review dan Perpu No. 2 Tahun 2022
Tentang permasalahan ketenagakerjaan dalam kaitannya dengan keberadaan UU Cipta Kerja secara keseluruhan terutama dalam kaitannya dengan Hak dan Kewajiban para pekerja serta kepentingan para pengusaha sehingga iklim berusaha dan kenyamanan bekerja bagi para karyawan mendapatkan kesesuaian antara Hak dan Kewajibannya begitu juga bagi para Pengusaha, Sehingga tidak terjadi kesan penekanan pada para pengusaha untuk selalu menerima tuntutan para pekerja. Dengan demikian semua permasalah yang terjadi antara Pengusaha dan Karyawan dapat mencapai titik temu yang diharapkan.
,
Interviewing and Interrogation Skills for Anti Fraud
Dengan wawancara dan interogasi yang baik para anti fraud dapat memperoleh bukti dan pengakuan tersangka yang terkait dengan fraud tanpa perlu melakukan kekerasan. Oleh karena itu, sudah semestinya para anti fraud perlu memahami secara mendalam tentang teknik wawancara dan interogasi agar mendapatkan informasi yang diinginkan, termasuk memahami aspek psikologis.
,
Strategi Merangkul & Mempertahankan Nasabah Funding Di Era Digital 4.0 & Konsumen Milenial
Mencari konsumen/nasabah baru itu memang penting, namun itu untuk jangka pendek dan kita tidak akan bisa mengandalkan strategi tersebut untuk jangka panjang. Hasil penelitian membuktikan bahwa biaya menggaet konsumen/nasabah baru lima kali lebih besar dibandingkan biaya untuk mempertahankan dan merangkul nasabah dan pelanggan yang sudah ada. Hal itu wajar, karena untuk menarik konsumen baru lebih banyak biaya yang perlu dikeluarkan. Contohnya biaya iklan, biaya promosi, dan sejenisnya, yang tentunya anggaran pemasaran dan promosi akan membengkak. Oleh karena itu, langkah yang paling baik adalah mempertahankan dan merangkul nasabah funding yang sudah ada saat ini, disamping menarik konsumen baru. Langkah demikian dibuktikan dari hasil statistik yang menunjukkan bahwa 80% keuntungan bisnis berasal dari 20% nasabah dan pelanggan kita yang loyal. Kegiatan menghimpun dana dari nasabah Funding dapat berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk produk finansial seperti simpanan giro, tabungan, dan deposito, obligasi, reksa dana, atau surat berharga lainnya. Dari pengumpulan dana tersebut, nantinya nasabah akan dimungkinkan untuk mendapatkan imbal hasil balas jasa yang menarik dalam berbagai bentuk dan jaminan keamanan atas simpanannya tersebut dari pihak Perbankan. Strategi dan cara cerdas merangkul dan mempertahankan nasabah funding di era digital 4.0 dan keberadaan konsumen milenial ini sepatutnya dipahami secara mendalam oleh para karyawan, terutama yang bertugas di bidang Marketing & Funding, Promosi, Web Desainer, Perencanaan dan Pengembangan Produk.
,
CREDIT SCORING DEVELOPMENT: Proses Identifikasi dan Evaluasi Risiko Calon Debitur
Credit scoring merupakan alat predictive model yang digunakan untuk mengevaluasi risiko kredit dari seorang calon debitur atas pengajuan kreditnya kepada bank. Credit scoring akan memprediksi apakah kredit yang akan diberikan kepada nasabah tersebut akan macet atau lancar secara individual basis. Predictive behaviour nasabah (macet/lancar) ini kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk scorecard dari attributes yang melekat pada diri nasabah untuk kemudian menjadi acuan bank dalam keputusan kredit.